SEMARANG (Ainews )– Festival Jawa Tengah Syariah (Fajar) 2026 menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem ekonomi halal sekaligus memperluas pasar bagi UMKM di Jawa Tengah.
Digelar di Queen City Mall Semarang pada 6–9 Agustus 2026, Fajar 2026 merupakan hasil sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bank Indonesia. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, pengembangan ekonomi syariah akan terus diperkuat, termasuk melalui pariwisata ramah muslim.
Penguatan rantai industri halal dilakukan dari hulu hingga hilir, antara lain melalui sertifikasi rumah potong hewan dan unggas, penggilingan, hingga sertifikasi halal bagi UMKM. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah M Noor Nugroho menyebut Fajar 2026 mengusung tema penguatan literasi dan halal value chain yang inklusif serta berkelanjutan.
Festival ini menghadirkan 18 tenant kuliner, sembilan stan edukasi, Halal Value Chain Hub, Financial Hub, serta Sustainable Hub. Fasilitas tersebut memberikan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk memperoleh edukasi, konsultasi keuangan, serta pendampingan sertifikasi halal.
Dampak kegiatan juga dirasakan pelaku UMKM. Roni Abdul Ghoni dari Toros Farm Sulaimaniyah Magelang menyebut omzet usahanya yang biasanya sekitar Rp1 juta–Rp2 juta per hari dapat meningkat menjadi Rp5 juta–Rp10 juta saat festival berlangsung.
Pelaku Dawet Ayu Durian Pak Sarjohadi asal Banjarnegara, Aris Agung Nugroho, juga menilai Fajar menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas.
Fajar 2026 menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Jawa sebelum berlanjut menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada Oktober 2026.(PPL/red)
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!