DENPASAR, Agrinews.com— Status desil kesejahteraan masyarakat tidak bisa dibaca sebagai ukuran tunggal untuk menentukan seseorang miskin atau sejahtera. Badan Pusat Statistik (BPS) Bali menegaskan, posisi desil bersifat relatif dan dapat berubah seiring pembaruan data yang dilakukan setiap tiga bulan.
Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan mengatakan, pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tidak hanya mengandalkan data BPS. Informasi dihimpun dari sejumlah sumber, antara lain Dapodik, data penggunaan listrik PLN, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), serta pendataan berkala oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Menurut Agus, desil membagi penduduk ke dalam 10 kelompok berdasarkan posisi kesejahteraan relatif. Karena itu, seseorang yang secara nominal memiliki pendapatan tinggi belum tentu berada di kelompok desil tertinggi apabila dibandingkan dengan masyarakat lain dalam wilayah yang sama.
Penentuan tersebut juga tidak didasarkan pada satu indikator. BPS menggunakan 41 indikator penimbang yang mencakup berbagai aspek, antara lain kondisi perumahan dan kepemilikan aset.
Di Bali, struktur penduduk secara umum banyak berada pada desil 1 hingga 5 dengan perbedaan kondisi antarpenduduk yang relatif tipis. Sementara kelompok desil 10 memiliki rentang kondisi ekonomi yang jauh lebih lebar.
BPS juga menegaskan, posisi desil tidak otomatis menentukan seseorang menerima atau kehilangan bantuan sosial. Keputusan mengenai penerima bansos merupakan kewenangan lembaga yang menjalankan program bantuan.
Agus turut meluruskan kekhawatiran bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi secara langsung akan mengubah desil masyarakat. Menurutnya, sensus tersebut bertujuan memperkuat akurasi data ekonomi penduduk dan wilayah, sedangkan perubahan desil berlangsung melalui mekanisme pembaruan data tersendiri.
Dengan sistem pembaruan berkala, masyarakat perlu memahami bahwa desil bukan label permanen, melainkan gambaran posisi relatif kesejahteraan berdasarkan data yang tersedia dan indikator yang digunakan pada periode tertentu.
Reporter: Leo
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!