Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Desil Warga Bukan Ukuran Mutlak Kemiskinan, Data Diperbarui Setiap Tiga Bulan

Redaksi Redaksi • 02 Sep 2026 • 17 • 0 • 3 menit
Desil Warga Bukan Ukuran Mutlak Kemiskinan, Data Diperbarui Setiap Tiga Bulan

DENPASAR, Agrinews.com— Status desil kesejahteraan masyarakat tidak bisa dibaca sebagai ukuran tunggal untuk menentukan seseorang miskin atau sejahtera. Badan Pusat Statistik (BPS) Bali menegaskan, posisi desil bersifat relatif dan dapat berubah seiring pembaruan data yang dilakukan setiap tiga bulan.

Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan mengatakan, pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tidak hanya mengandalkan data BPS. Informasi dihimpun dari sejumlah sumber, antara lain Dapodik, data penggunaan listrik PLN, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), serta pendataan berkala oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Menurut Agus, desil membagi penduduk ke dalam 10 kelompok berdasarkan posisi kesejahteraan relatif. Karena itu, seseorang yang secara nominal memiliki pendapatan tinggi belum tentu berada di kelompok desil tertinggi apabila dibandingkan dengan masyarakat lain dalam wilayah yang sama.

Penentuan tersebut juga tidak didasarkan pada satu indikator. BPS menggunakan 41 indikator penimbang yang mencakup berbagai aspek, antara lain kondisi perumahan dan kepemilikan aset.

Di Bali, struktur penduduk secara umum banyak berada pada desil 1 hingga 5 dengan perbedaan kondisi antarpenduduk yang relatif tipis. Sementara kelompok desil 10 memiliki rentang kondisi ekonomi yang jauh lebih lebar.

BPS juga menegaskan, posisi desil tidak otomatis menentukan seseorang menerima atau kehilangan bantuan sosial. Keputusan mengenai penerima bansos merupakan kewenangan lembaga yang menjalankan program bantuan.

Agus turut meluruskan kekhawatiran bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi secara langsung akan mengubah desil masyarakat. Menurutnya, sensus tersebut bertujuan memperkuat akurasi data ekonomi penduduk dan wilayah, sedangkan perubahan desil berlangsung melalui mekanisme pembaruan data tersendiri.

Dengan sistem pembaruan berkala, masyarakat perlu memahami bahwa desil bukan label permanen, melainkan gambaran posisi relatif kesejahteraan berdasarkan data yang tersedia dan indikator yang digunakan pada periode tertentu.

Reporter: Leo 

 

Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!