Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI BUSINESS

Madura Night Vaganza 2026 Jadi Etalase Potensi Sumenep, UMKM Didorong Naik Kelas

Redaksi Redaksi • 28 Aug 2026 • 58 • 0 • 3 menit
Madura Night Vaganza 2026 Jadi Etalase Potensi Sumenep, UMKM Didorong Naik Kelas

SUMENEP AGRI.com – Madura Night Vaganza (MNV) 2026 tidak sekadar menjadi panggung hiburan masyarakat. Gelaran yang berlangsung di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep, diarahkan menjadi ruang strategis untuk mempertemukan potensi lokal dengan masyarakat, pasar, dan peluang ekonomi yang lebih luas.

Keterlibatan perangkat daerah, BUMN, BUMD, pelaku usaha, komunitas ekonomi kreatif hingga masyarakat menjadi bagian penting dari konsep MNV tahun ini. Beragam produk lokal, kuliner, kreativitas dan potensi budaya Sumenep ditampilkan dalam satu ruang yang terbuka bagi publik.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi strategi pemerintah daerah untuk memperluas promosi produk dan potensi masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Sumenep di MNV melibatkan pula pelaku usaha, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat yang menampilkan berbagai produk dan kreativitasnya,” ujar Agus saat pembukaan MNV, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, semakin luas keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha, semakin besar pula peluang produk lokal mendapatkan perhatian dan pasar baru. Karena itu, MNV tidak ditempatkan semata sebagai agenda seremonial pemerintah, melainkan sebagai ruang kolaborasi ekonomi dan promosi daerah.

“Kegiatan ini bukan hanya menjadi tontonan, tetapi memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha untuk mengembangkan potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif. Madura harus bisa semakin dikenal,” katanya.

Bagi pelaku UMKM, ruang promosi semacam ini memiliki nilai strategis. Selain memperkenalkan produk secara langsung kepada konsumen, kegiatan publik juga membuka peluang membangun jejaring, memperluas pasar, dan menciptakan kolaborasi baru.

Dampak yang diharapkan tidak berhenti ketika MNV berakhir. Promosi yang kuat diharapkan mampu mendorong produk lokal memperoleh pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Sumenep.

Di sisi lain, MNV turut mempertegas identitas Sumenep sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya, kuliner, kreativitas, dan potensi ekonomi masyarakat. Ketika berbagai potensi tersebut dikemas dalam satu agenda publik, MNV dapat berfungsi sebagai etalase daerah sekaligus sarana membangun citra Sumenep di mata masyarakat luar.

Agus menegaskan, kemajuan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai elemen.

“Kabupaten Sumenep maju tentu saja membutuhkan dukungan seluruh elemen di daerah, baik masyarakat, pelaku usaha, komunitas, generasi muda, serta berbagai elemen lainnya,” ujarnya.

Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, Madura Night Vaganza 2026 memiliki makna lebih luas dari sekadar hiburan. MNV menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas dan masyarakat untuk menggerakkan ekonomi lokal sekaligus membawa potensi Sumenep dan Madura menuju jangkauan yang lebih luas.

Sumber: Diskominfo 

— Iklan — Menteri Pertanian
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!