Banyuwangi, AGRI.com – Lahan kosong yang sebelumnya kurang produktif dimanfaatkan untuk budidaya timun mas. Langkah tersebut menjadi peluang bagi petani untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus membuka sumber pendapatan baru.
Dalam kegiatan budidaya tersebut, petani menggunakan pupuk organik cair Dogumon Gold sebagai bagian dari perawatan tanaman. Aplikasi pupuk dilakukan untuk mendukung pemeliharaan tanaman selama masa pertumbuhan dengan memperhatikan dosis dan petunjuk penggunaan produk.
Kegiatan ini turut melibatkan Dr. Eko Pranyoto, yang mendorong petani agar tidak membiarkan lahan kosong tanpa dimanfaatkan. Menurutnya, lahan yang tersedia dapat dikembangkan menjadi usaha produktif selama pemilihan komoditas, teknik budidaya, serta perhitungan biaya dan pasar dilakukan secara tepat.
“Lahan kosong memiliki potensi apabila dikelola dengan baik. Yang penting petani mampu menghitung biaya produksi, menjaga tanaman dan melihat peluang pasar,” ujar Dr. Eko Pranyoto.
Timun mas dipilih karena memiliki pasar yang cukup potensial, terutama pada periode permintaan tinggi. Meski demikian, tingkat keuntungan tetap bergantung pada produktivitas tanaman, biaya budidaya, kualitas hasil panen dan harga jual di tingkat petani.
Pemanfaatan lahan kosong untuk timun suri ini menjadi gambaran bahwa optimalisasi lahan tidak selalu membutuhkan area yang luas. Dengan pengelolaan yang terukur, lahan yang sebelumnya tidak menghasilkan dapat diarahkan menjadi bagian dari usaha tani yang bernilai ekonomi.
Sumber: Matroji
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!