Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi PetaniLalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual PotensiIroni Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi?Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut PerbaikanStudi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di WilayahnyaPertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi PetaniLalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual PotensiIroni Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi?Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut PerbaikanStudi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya
Ada Kandungan Belerang pada Tanah dengan Suara Gemercik di Sampang, Warga Diimbau Tetap Waspada
Redaksi AIN
• 04 Aug 2026• 23• 0•3 menit
Sampang – Fenomena tanah yang mengeluarkan suara gemercik disertai aroma menyengat diduga berkaitan dengan kandungan gas belerang di bawah permukaan tanah. Peristiwa ini menarik perhatian warga karena suara yang terdengar terus-menerus memunculkan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran.
Berdasarkan penjelasan sejumlah ahli geologi pada fenomena serupa di Sampang, suara gemercik dan bau belerang dapat muncul akibat pelepasan gas dari lapisan bawah tanah yang tertembus melalui rekahan atau pengeboran. Gas tersebut kemudian bercampur dengan air tanah sehingga menimbulkan bunyi khas serta aroma sulfur yang cukup kuat.
Meski demikian, keberadaan bau belerang tidak selalu menunjukkan adanya aktivitas vulkanik yang berbahaya. Fenomena tersebut umumnya berkaitan dengan kondisi geologi setempat dan memerlukan kajian lebih lanjut oleh instansi terkait agar penyebab pastinya dapat dipastikan.
Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati lokasi apabila tercium bau menyengat dalam intensitas tinggi serta segera melaporkan kepada pemerintah daerah atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jika terjadi perubahan kondisi, seperti munculnya semburan air, retakan tanah, atau peningkatan bau gas.
Pemeriksaan lapangan oleh pihak berwenang diharapkan dapat memastikan kondisi tersebut sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai tingkat keamanan lokasi dan langkah penanganan yang diperlukan.(s4g/red)
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!