Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Ada Kandungan Belerang pada Tanah dengan Suara Gemercik di Sampang, Warga Diimbau Tetap Waspada

Redaksi AIN Redaksi AIN • 04 Aug 2026 • 23 • 0 • 3 menit
Ada Kandungan Belerang pada Tanah dengan Suara Gemercik di Sampang, Warga Diimbau Tetap Waspada
Sampang – Fenomena tanah yang mengeluarkan suara gemercik disertai aroma menyengat diduga berkaitan dengan kandungan gas belerang di bawah permukaan tanah. Peristiwa ini menarik perhatian warga karena suara yang terdengar terus-menerus memunculkan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran. Berdasarkan penjelasan sejumlah ahli geologi pada fenomena serupa di Sampang, suara gemercik dan bau belerang dapat muncul akibat pelepasan gas dari lapisan bawah tanah yang tertembus melalui rekahan atau pengeboran. Gas tersebut kemudian bercampur dengan air tanah sehingga menimbulkan bunyi khas serta aroma sulfur yang cukup kuat. Meski demikian, keberadaan bau belerang tidak selalu menunjukkan adanya aktivitas vulkanik yang berbahaya. Fenomena tersebut umumnya berkaitan dengan kondisi geologi setempat dan memerlukan kajian lebih lanjut oleh instansi terkait agar penyebab pastinya dapat dipastikan. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati lokasi apabila tercium bau menyengat dalam intensitas tinggi serta segera melaporkan kepada pemerintah daerah atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jika terjadi perubahan kondisi, seperti munculnya semburan air, retakan tanah, atau peningkatan bau gas. Pemeriksaan lapangan oleh pihak berwenang diharapkan dapat memastikan kondisi tersebut sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai tingkat keamanan lokasi dan langkah penanganan yang diperlukan.(s4g/red)
— Iklan — SELAMAT MAULID NABI MUHAMMAD
Redaksi AIN
Penulis

Redaksi AIN

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!