Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

Perikanan

Penguatan Branding Desa Wisata Cikalong Melalui Digitalisasi

Redaksi Redaksi • 20 Aug 2026 • 18 • 0 • 3 menit
Penguatan Branding Desa Wisata Cikalong Melalui Digitalisasi

CIKALONG — Upaya memperkuat potensi dan daya saing Desa Wisata Cikalong terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital. Penguatan branding menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus memperkenalkan berbagai potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) DIPA Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Annisa Arum Mayang, S.Sos., M.Hum., mengatakan bahwa digitalisasi memiliki peran penting dalam membangun identitas Desa Wisata Cikalong agar semakin dikenal dan memiliki daya tarik bagi wisatawan.

“Digitalisasi bukan hanya tentang promosi, tetapi juga bagaimana membangun identitas dan cerita Desa Wisata Cikalong agar memiliki karakter yang kuat serta mampu dikenali oleh masyarakat luas,” ujar Annisa.

Menurutnya, berbagai potensi yang dimiliki desa dapat dikemas dalam bentuk konten digital yang kreatif dan menarik. Potensi tersebut meliputi destinasi wisata, budaya, kuliner, produk UMKM, ekonomi kreatif, hingga aktivitas masyarakat yang menjadi bagian dari kehidupan desa.

Pemanfaatan media sosial dan berbagai platform digital dinilai mampu menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan Cikalong kepada calon wisatawan. Konten berupa foto, video, cerita, serta informasi mengenai destinasi dapat memberikan gambaran kepada masyarakat sebelum mereka berkunjung secara langsung.

Selain memperkuat promosi wisata, digitalisasi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memperluas pemasaran produk lokal. Pelaku UMKM, pengrajin, pelaku kuliner, serta kelompok ekonomi kreatif dapat memanfaatkan ruang digital untuk menjangkau konsumen dari luar daerah.

Annisa menambahkan, penguatan branding harus dilakukan secara konsisten dengan melibatkan masyarakat dan pengelola desa wisata. Identitas yang kuat perlu dibangun melalui penyampaian informasi yang menarik, autentik, dan mencerminkan karakter serta potensi Desa Wisata Cikalong.

Dalam proses tersebut, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi hal penting. Masyarakat dan pengelola wisata perlu dibekali kemampuan dalam membuat konten, mengelola media sosial, memanfaatkan platform digital, serta mengembangkan strategi promosi yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) DIPA ISBI Bandung, penguatan branding dan digitalisasi diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan Desa Wisata Cikalong.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pengelola wisata, masyarakat, generasi muda, dan pelaku UMKM menjadi modal penting untuk menjadikan Desa Wisata Cikalong semakin dikenal, kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing.

Digitalisasi pada akhirnya bukan sekadar alat promosi, tetapi menjadi bagian dari strategi pembangunan desa wisata yang mampu menghubungkan potensi lokal dengan peluang yang lebih luas di tingkat regional maupun nasional.

bng/hum/red

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!