Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

Perikanan

BRI dan Pemprov Maluku Utara Perkuat UMKM dan Ekonomi Desa melalui Semarak Merah Putih

Redaksi Redaksi • 27 Aug 2026 • 102 • 0 • 3 menit
BRI dan Pemprov Maluku Utara Perkuat UMKM dan Ekonomi Desa melalui Semarak Merah Putih

MALUKU UTARA — Peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi ruang perayaan, tetapi juga dapat menjadi momentum memperkuat ekonomi masyarakat. Hal itu tercermin dalam kolaborasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Semarak Merah Putih Kemerdekaan di Desa BRILiaN Balbar, Sofifi, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, serta BRI dalam berbagai aktivitas, mulai dari olahraga bersama, perlombaan kemerdekaan, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar UMKM hingga panggung rakyat.

Agenda di Sofifi merupakan bagian dari rangkaian Semarak Merah Putih Kemerdekaan yang digelar BRI di 18 titik di berbagai wilayah Indonesia.

Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mengapresiasi keterlibatan BRI dalam menghadirkan kegiatan yang dinilai mampu membuka ruang interaksi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Menurut Sarbin, keberadaan bazar UMKM menjadi salah satu aspek penting karena memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk dan memperluas pasar.

Puluhan UMKM binaan BRI turut ambil bagian dalam bazar tersebut. Salah satunya UMKM Ikan Kering Sondo-Sondo yang dikelola Yusnita. Ia menilai tingginya kunjungan masyarakat selama kegiatan turut memberikan dampak terhadap penjualan.

“Adanya Semarak Merah Putih ini sangat membantu menambah omzet para pelaku UMKM di Maluku Utara, khususnya Sofifi,” ujar Yusnita.

Dampak terhadap pelaku usaha tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berbasis masyarakat dapat diarahkan tidak sekadar sebagai seremoni, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan produk lokal dengan konsumen.

Dari Perayaan Menuju Pemberdayaan

Selain mengangkat UMKM, Semarak Merah Putih Kemerdekaan juga membawa pesan kepedulian sosial. BRI membuka penggalangan donasi bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah daerah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur.

Donasi dapat dilakukan melalui aplikasi BRImo maupun dengan memindai kode QR pada Wall of Donation yang tersedia di lokasi kegiatan.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan dalam bentuk persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Melalui Semarak Merah Putih Kemerdekaan, kami mengajak masyarakat untuk bergotong royong dan menjadikan semangat kemerdekaan sebagai energi untuk terus bersatu, saling menguatkan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia,” ujar Dhanny.

Langkah pemberdayaan juga diarahkan ke tingkat desa. BRI menyebut hingga Juni 2026 telah menjangkau dan memberdayakan 5.703 Desa BRILiaN. Program tersebut mencakup penguatan kelembagaan, inovasi, digitalisasi, serta pengembangan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Kolaborasi di Maluku Utara memperlihatkan bahwa penguatan ekonomi desa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah memiliki peran dalam menciptakan ekosistem yang mendukung, sementara pelaku usaha menjadi penggerak ekonomi lokal dan sektor perbankan dapat memperluas akses terhadap pemberdayaan serta layanan keuangan.

Dengan pendekatan tersebut, potensi desa dan UMKM tidak berhenti pada kegiatan promosi sesaat, tetapi diarahkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi lokal yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan..

Sumber: Diskominfo 

— Iklan — SELAMAT MAULID NABI MUHAMMAD
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!