GARUT – Dinas Pertanian Kabupaten Garut terus mendorong pemanfaatan potensi desa melalui pengembangan komoditas pertanian bernilai ekonomi. Stroberi dan bawang putih menjadi dua komoditas yang kini mendapat perhatian untuk dikembangkan sebagai alternatif usaha pertanian sekaligus mengoptimalkan lahan produktif di daerah.
Kepala Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengatakan pengembangan stroberi dan bawang putih diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
"Ke depan, pengembangan dua komoditas ini bisa menjadi alternatif usaha pertanian di Kabupaten Garut," kata Ardhy Firdian di Garut, Selasa.
Menurutnya, Dispertan Garut selama ini terus berupaya mengoptimalkan lahan pertanian agar tetap produktif. Salah satunya dilakukan melalui inovasi serta pengembangan berbagai komoditas pertanian yang memiliki nilai jual dan prospek ekonomi.
Upaya tersebut diarahkan agar potensi yang ada di masing-masing wilayah dapat dimanfaatkan secara maksimal. Desa dengan karakteristik lahan dan kondisi agroklimat yang sesuai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kawasan produksi komoditas unggulan.
Salah satu komoditas yang saat ini dikembangkan adalah stroberi. Ardhy menyebut, luas lahan tanaman stroberi di Kabupaten Garut saat ini telah mencapai sekitar 112 hektare, yang berada di wilayah Kecamatan Malangbong.
Pengembangan stroberi tersebut menunjukkan bahwa potensi lahan desa dapat menjadi modal penting dalam menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Selain menghasilkan buah segar, stroberi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan sehingga memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha di desa.
Sementara itu, pengembangan bawang putih juga menjadi bagian dari upaya diversifikasi komoditas pertanian di Kabupaten Garut. Komoditas tersebut memiliki nilai strategis dan peluang pasar yang cukup besar sehingga dapat menjadi pilihan usaha bagi petani sesuai dengan kondisi lahan di wilayah masing-masing.
Pemanfaatan potensi desa melalui diversifikasi pertanian dinilai penting untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap satu jenis komoditas.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, pemerintah desa dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam memperkuat pengembangan stroberi dan bawang putih. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi pertanian desa di Garut diharapkan mampu berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!