Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

BRMP Jawa Timur Kawal Gerakan Tanam Padi di Desa Sambogunung, Gresik

Redaksi Redaksi • 25 Aug 2026 • 18 • 0 • 3 menit
BRMP Jawa Timur Kawal Gerakan Tanam Padi di Desa Sambogunung, Gresik

GRESIK — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur turut mengawal Gerakan Tanam Padi di Desa Sambogunung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, pada 24 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah percepatan tanam sekaligus upaya menjaga dan meningkatkan produksi padi di wilayah tersebut.

Gerakan tanam dilaksanakan di lahan Kelompok Tani Sambogunung I dengan luas mencapai 5 hektare. Kegiatan ini merupakan bagian dari percepatan tanam pada musim tanam Juni–Juli 2026.

Untuk Desa Sambogunung, target luas tanam yang ditetapkan mencapai 315 hektare. Target tersebut membutuhkan sinergi antara petani, kelompok tani, pemerintah daerah, serta pendamping pertanian agar pelaksanaan tanam dapat berlangsung sesuai jadwal.

BRMP Jawa Timur melakukan pendampingan bersama berbagai pihak terkait untuk memastikan gerakan tanam berjalan secara optimal. Percepatan tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Gresik.

Pengawalan di tingkat lapangan menjadi penting karena ketepatan waktu tanam berpengaruh terhadap optimalisasi pemanfaatan lahan dan kesinambungan produksi. Dengan pelaksanaan tanam secara serentak, lahan pertanian diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal.

Selain meningkatkan produktivitas lahan, gerakan tersebut juga diarahkan untuk menjaga ketersediaan produksi padi di Kabupaten Gresik. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan di tingkat daerah sekaligus mendukung agenda swasembada pangan nasional.

BRMP Jawa Timur berharap percepatan tanam yang dilakukan secara terkoordinasi dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi padi dan mendorong petani untuk terus mengoptimalkan potensi lahan pertanian.

Sk/gr

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!