Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

Peternakan

Kementan: Pakan Berkualitas Jadi Kunci Keberhasilan Reproduksi Ternak

Redaksi Redaksi • 28 Aug 2026 • 75 • 0 • 3 menit
Kementan: Pakan Berkualitas Jadi Kunci Keberhasilan Reproduksi Ternak

Jakarta — Keberhasilan inseminasi buatan (IB) tidak cukup ditentukan oleh kualitas semen dan keterampilan inseminator. Kementerian Pertanian menegaskan, pakan berkualitas dan keseimbangan nutrisi menjadi fondasi penting keberhasilan reproduksi ternak.

Pesan itu disampaikan dalam Webinar Pakan Nasional Seri ke-9 bertema “Optimalisasi Nutrisi Pakan untuk Keberhasilan Inseminasi Buatan”. Forum tersebut menyoroti hubungan erat antara nutrisi, kondisi tubuh, kesehatan reproduksi, dan keberhasilan kebuntingan.

Direktur Pakan Kementan, Tri Melasari, mengatakan ternak yang hanya mendapatkan pakan untuk memenuhi kebutuhan hidup belum tentu memiliki kondisi optimal untuk bereproduksi. Kebutuhan energi, protein, mineral, vitamin, dan nutrien lainnya harus disesuaikan dengan kondisi serta fase reproduksi ternak.

Kementan juga mendorong pemanfaatan bahan pakan lokal dan teknologi pengolahan pakan sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas nutrisi sekaligus efisiensi usaha peternakan.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Mansyur, menekankan pentingnya keseimbangan nutrisi dan Body Condition Score (BCS). Kondisi tubuh yang tidak ideal dapat mengganggu hormon reproduksi, munculnya estrus, hingga keberhasilan kebuntingan.

Kepala Balai Inseminasi Buatan Lembang, Gun Gun Gunara, menambahkan bahwa keunggulan genetik hasil IB harus ditopang pakan, kesehatan, dan manajemen pemeliharaan yang baik.

Pesannya jelas: IB bukan sekadar memasukkan semen unggul. Keberhasilan reproduksi dimulai dari ternak yang sehat, pakan yang tepat, dan manajemen yang benar.

Kombinasi ketiganya menjadi kunci untuk mempercepat peningkatan populasi, produktivitas, dan daya saing peternakan nasional.

Sumber: Diskominfo 

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!