Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

Perikanan

Susu Sapi Tawangsari Naik Kelas, KKN MAs Kelompok 99 Hadirkan Inovasi SUKA dan MOOCHI

Redaksi Redaksi • 21 Aug 2026 • 14 • 0 • 3 menit
Susu Sapi Tawangsari Naik Kelas, KKN MAs Kelompok 99 Hadirkan Inovasi SUKA dan MOOCHI

MALANG – Potensi susu sapi di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, dikembangkan menjadi produk olahan kreatif melalui program KKN MAs Kelompok 99. Mahasiswa menghadirkan dua inovasi, yakni SUKA (Susu Karot) dan MOOCHI (MOO + Crispy).

Kedua produk tersebut dikembangkan melalui program KREASI (Kreasi Ekonomi melalui Inovasi Produk Lokal) dengan memanfaatkan potensi peternakan dan pertanian yang tersedia di Desa Tawangsari. Inovasi ini menjadi upaya mahasiswa mendorong pemanfaatan hasil peternakan agar memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi yang lebih luas.

SUKA merupakan minuman berbahan dasar susu sapi yang dipadukan dengan wortel. Sementara MOOCHI merupakan produk kerupuk dengan susu sapi sebagai salah satu bahan utamanya. Nama MOOCHI merupakan perpaduan kata “MOO” yang merepresentasikan suara sapi dan “Crispy” yang menggambarkan karakter renyah produk.

Koordinator Desa (Kordes) Kelompok 99 KKN MAs, Monica, mengatakan pengembangan kedua produk tersebut berangkat dari potensi yang tersedia di lingkungan masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa susu sapi yang menjadi salah satu potensi Desa Tawangsari tidak hanya dapat dikonsumsi sebagai susu segar, tetapi juga bisa diolah menjadi produk yang lebih kreatif dan memiliki nilai tambah,” ujar Monica.

Menurutnya, pengolahan tersebut diharapkan dapat memperluas cara pandang masyarakat terhadap pemanfaatan hasil peternakan. Susu sapi tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan dengan identitas dan karakter yang berbeda.

SUKA dan MOOCHI kemudian diperkenalkan kepada masyarakat dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Tawangsari pada 17 Agustus 2026. Momentum tersebut dimanfaatkan mahasiswa untuk memperkenalkan inovasi sekaligus menunjukkan peluang pengembangan pangan berbasis potensi lokal.

Kedua produk tersebut juga diperkenalkan dalam Bazar Kecamatan Pujon yang berlangsung di Rumah Dinas Kecamatan Pujon pada 17 Agustus 2026. Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi Kelompok 99 untuk memperluas pengenalan produk sekaligus memperoleh respons masyarakat terhadap inovasi yang dikembangkan.

Melalui SUKA dan MOOCHI, KKN MAs Kelompok 99 menunjukkan bahwa potensi susu sapi Desa Tawangsari dapat dikembangkan tidak hanya sebagai komoditas segar, tetapi juga menjadi produk kreatif yang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi.

Inovasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan masyarakat, baik dari sisi kualitas produk, kemasan, pemasaran maupun pengembangan varian, sehingga potensi lokal Desa Tawangsari mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan.

mg/la/hum

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!